Pacaran On Line Karena Masa
Pandemi Covid 19
Dr. Dessi
Christanti, M.Si.
Fakultas Psikologi
Hakekat Pacaran
Pacaran dapat diartikan sebagai hubungan serius antar dua orang berlainan
jenis agar dapat lebih mengenal satu sama lain yang berlanjut ke pernikahan. Jadi
sebenarnya pacaran merupakan tahapan sebelum menikah. Pacaran memiliki tujuan
untuk menikah. Ini memang sesuai dengan sejarah pacaran di Indonesia yang
berasal dari tradisi melayu.
Dalam sejarah Melayu, kata pacaran
berasal dari kata pacar. Pacar adalah sejenis tanaman yang dapat digunakan
untuk menghias tangan. Kita mungkin lebih mengenalnya dengan nama tanaman inai.
Tanaman mungkin sama dengan henai yang lazim digunakan oleh orang India. Dulu di masyarakat melayu, bila ada seorang
pemuda yang tertarik pada seorang gadis, pemuda itu akan mengirimkan tim
pantun. Tim Pantun ini akan membacakan pantun di depan halaman rumah si gadis
idamannya. Bila si gadis suka maka si
gadis akan membalas pantun tersebut.
Bila kedua sejoli ini ingin melanjutkan hubungan maka masing-masing
orangtua akan memakaikan inai pada tangan si gadis dan si pemuda. Inai ini
sebagai tanda bahwa keduanya memiliki hubungan. Tentu saja pada jaman itu
meskipun sudah ada tanda ikatan, keduanya tidak bisa bebas melakkan kegiatan
sebagaimana pacaran jaman sekarang.
Justru si pemuda harus menyiapkan diri untuk melamar si gadis sebelum
inai di tangan luntur/hilang. Biasanya Inai atau pacar ini akan hilang dalam
waktu 3 bulan. Jadi waktu 3 bulan ini
diperuntukkan bagi si pemuda untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan
melamar gadis pujaan. Jika inai di
tangan luntur dan si pemuda belum melamar si gadis maka dengan sendirinya
hubungan tersebut dianggap hilang dan si gadis berhak menerima pinangan pemuda
lain.
Kalau dilihat dari sejarahnya,
pacaran memang dikenal dalam suatu hubungan antara pemuda dan gadis Hanya saja
arti dan bentuk pacarannya berbeda dengan pacaran yang dikenal di masyarakat
modern. Sesuai dengan perkembangan jaman dan juga pengaruh dari budaya barat,
arti dari pacaran menjadi semakin luas batasannya. Pacaran menjadi masa untuk penjajagan atau
mengenal pasangan sebelum ke jenjang pernikahan. Masa penjajagan ini dibarengi
dengan berbagai aktivitas, misalnya pergi bareng atau makan bareng, nonton bioskop bareng dan sebagainya. Namun
makna utamanya tidak berubah yaitu mengenal satu sama lain yang berlanjut ke
pernikahan.
Dalam ilmu psikologi terdapat teori
yang membahas tentang tahapan hubungan romantis antara laki-laki dan perempuan
yaitu teori SVR. Kepankangan dari SVR adalah
stimulus, value and role. Ini merupakan tahapan menuju ke jenjang pernikahan. Tahapan
pertama adalah tahap stimulus. Seorang
pria menyadari kehadiran stimulus yaitu
seorang wanita dan sebaliknya. Misalnya pria melihat perempuan yang dianggapnya
menarik entah di kelas, di taman, di jalan atau di mana saja. Pada tahap ini
memang biasanya ketertarikan pada seseorang masih berdasarkan atribut eksternal
yang kebanyakan adalah atribut fisik, cantik, seksi, rambut panjang, tinggi dan
sebagainya. Sesuai dengan kriteria dari pria. Demikian pula perempuan melihat
pria secara fisik walaupun yang membuat jatuh cinta seorang wanita biasanya
bukan fisik namun bisa jadi untuk mau
berkenalan dengan pria, faktor fisik juga menjadi pertimbangan awal, ganteng,
atletis, six pack.
Kenapa penampilan berpengaruh, Ini karena ada faktor halo efek (meskipun
tidak selamanya betul) jadi menghubungkan satu hal yang positif dengan hal
positif lainnya dan menghubungkan satu hal yang negatif dengan negative
lainnya.
Tahap kedua adalah value, di tahap ini pasangan laki-laki
dan perempuan ini mulai semakin tertarik dan ingin mengenal satu sama lain.
Mengenal kebiasaannya, sifatnya, nilai-nilai yang dianut
dan sebagainya. Tahap ini adalah tahap pacaran.. Orang yang tepat
sebagai pasangan hidup saya. Gaya
berpacaran tentu berubah-ubah sesuai dengan jamannya. Kalau jaman dulu, menggunakan surat, lalu
telepon, yang gak punya telpon di rumah pakai telpon koin atau rela antri di
wartel. Pada jaman sekarang meruakan hal yang lumrah berpacaran menggunakan
media sosial.
Tahap terakhir adalah role atau peran. Di tahap ini pasangan
mengikrarkan diri sehidup semati sebagai suami istri. Pria akan berperan
sebagai suami dan ayah nantinya. Perempuan berperan sebagai istri dan ibu
nantinya.
Bagaimana dengan pacaran on line
di masa pandemic Covid 19?
Sebenarnya sebelum pandemic covid 19 pun, sudah banyak
pasangan remaja yang menggunakan media sosial untuk pacaran. Minimal untuk
berkomunikasi dengan pacar,. Jadi buat generasi sekarang, pacaran on line sudah bukan hal yang asing.
Namun dengan situasi pandemic covid
19 ini, pacaran on line seperti “dipaksa atau dikondisikan”. Mau tidak mau harus
gaya beracaran harus menyesuaikan dengan situasi saat ini. Kalau beajar saja
lewat on line, maka berpacaran pun
lewat on line. Kalau sebelum pandemic gaya berpacaran on line memang merupakan pilihan, pasangan bisa memilih, mau menggunakan on line atau tidak. Kalau saat ini, berpacaran harus on line.
Mungkin kemudian muncul
pertanyaan, sekarang kan aturan
pembatasan sosia berskala besar sudah lebih longgar, dalam arti boleh bepergian
asal menggunakan masker. Jadi bolehkah pergi berkencan dengan pacar ke café
atau mall asal menggunakan masker. Bolehkah minimal berkunjung ke rumah pacar
asalkan menggunakan masker?
Jawaban pertanyaan tersebut bisa
berupa kalimat tanya. Seberapa urgent
atau seberapa penting sih untuk ketemu? Penting gak seih harus kencan ke mall atau
café? Urgent banget? Kalau gak urgent
ngapain harus dipaksa ketemu? Kan kangen..…. hmmm kalau kangen mati gak ? Kalau
enggak.. tunda dulu deh ketemunya sampai
corona pergi dan tak kembali. Lamakah masa pandemic Covid ini? Tidak tahu… situasi
ini bergantung dari kedisiplinan masyarakat juga termasuk yang sedang beracaran
yaitu
1.
Disiplin
mengenakan masker bila terpaksa harus
pergi ke luar rumah.
2.
Disiplin
menjaga jarak.
3.
Disiplin
mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan desinfektan.
4.
Bila
tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik tinggal di rumah saja.
Anggap aja tinggal di rumah dan
pacaran on line merupakan ujian bukti
cinta Anda. Kalau Anda cinta pada pacar Anda, justru dengan menghindari tatap
muka Anda menyelamatkan pacar Anda. Itulah bukti cinta Anda. Gadget kan sudah
canggih, kalau kangen dengan wajahnya yang imut, wajahnya yang ganteng bisa
menggunakan video call.
Apa yang bisa dilakukan saat Pacaran On
line ?
Berpacaran secara on line memang
perlu kreativitas agar tidak membosankan. Berpacaran secara on line bukan berarti hanya bisa chatting, namun juga bisa melakukan
aktivitas yang lain walaupun tetap saja terbatas. Faktor utama adalah bagaimana
pasangan menghidupan suasana agar berpacaran secara on line bisa tetap fun
dan mengasyikkan.
Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan saat berpacaran secara on line adalah sebagai berikut:
- Makan dan minum bersama. Tentu saja, aktivitas ini bukan dilakukan di café atau mall, melainkan di rumah masing-masing. Hanya saja dilakukan secara bersamaan dengan pacar dan sambil telpon atau chatting atau menggunakan zoom.
- Main tik tok bersama pacar. Anda dan pacar bisa bermain tik tok sebagaimana yang dilakukan para selebritis. Jadi seakan-akan main bersama dalam satu tempat padahal masing-masing berada di rumahnya sendiri.
- Menonton film atau mendengerkan musik bersama pacar. Banyak aplikasi di media sosial saat ini yang memungkinkan anda dan pacar bisa menonton bersama ataupun mendengarkan music bersama walaupun secara fisik berada di tempat yang berbeda.
- Bermain tebak foto kenangan. Permainan ini bisa dilakukan agar tidak bosan melakukan chatting dengan pacar
- Bermain game on line, tentu saja aktivitas ini dapat dilakukan bila keduanya senang bermain game on line. Kalau hanya salah satu yang senang, sebaiknya memilih aktivitas lain yang bisa dilakukan bersama secara on line.
Selain memilih berbagai aktivitas yang bisa dilakukan saat pacaran on line, para pasangan juga sebaiknya memperhatikan beberapa hal saat berpacaran on line yaitu:
- Perhatikan waktu pacaran online. Hindari menelepon atau chatting saat hari sudah larut malam. Ini dapat mengganggu waktu istirahat pacar Anda. Hindari pula memonopoli waktu pacar Anda. Ingat, pacar Anda juga memiliki aktivitas lain.
- Buat percakapan yang menarik biar tidak membosankan, juga jangan hanya menanyakan hal yang rutin/standard, seperti apa kabar? sudah makan ? Anda bisa menuliskan perasaan Anda, atau mengenang momen tertentu saat berpacaran.
- Menyatakan perasaan positif pada pasangan atau pada momen yang kalian alami berdua.
- Menyatakan perasaan sayang Anda lewat chat di saat yang tidak terduga. Misalkan saja, pacar Anda sedang menceritakan suatu kejadian yang dia alami, tiba-tiba spontan Anda mengatakan atau menulis perasaan sayang Anda. Tentu ini menjadi kejutan menyenangkan bagi pacar Anda.
- Tidak perlu secara rinci becerita apa yang kalian alami sehari-hari, cukup bagian yang menarik/penting saja.
- Menggunakan kalimat yang sopan dan memposting foto yang sopan.
- Jangan meminta si dia hanya memposting foto Anda atau foto kalian berdua.
- Jangan terlalu jarang/terlalu sering mengumbar posting foto kemesraan.
- Tidak perlu terlalu sering gonta ganti status
- Jangan menjadi posesif dan mengenakan “wajib lapor” bagi pacar Anda. Hindari mengecek keberadaan pasangan setiap saat.
- Jangan mengumbar perasaan negatif/marah pada pasangan di media sosial.
Ketika Anda berpacaran secara serius,
anda dan pasangan harus selalu menjaga agar cinta Anda dan pasangan selalu
bertumbuh. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang harus dijaga diantara Anda dan
pasangan, yaitu:
1.
Komitmen
atau menjaga janji Anda untuk setia.
2. Passion atau gairah, selalu senang berada dekat pacar Anda, selalu ingin bertemu dengan pacar
Anda.
3. Intimacy atau kedekatan, Anda dan pasangan bisa saling terbuka mencurahkan isi hati masing-
masing.
4.
Komunikasi
positif, menggnakan kalimat yang positif dan mau mendengarkan pasangan.
5.
Trust/percaya
pada pasangan Anda.
6. Bersedia meminta maaf bila Anda melakukan kesalahan dan bersedia memaafkan kesalahan
pasangan Anda.
Semoga, melalui tulisan ini dapat
memberikan wawasan bagi mereka yang sedang berpacaran bagaimana bisa tetap
berelasi dengan pacar selama pandemic Covid 19.
No comments:
Post a Comment