Saturday, July 25, 2020

Pacaran On Line Karena Masa Pandemi Covid 19

Pacaran On Line Karena Masa Pandemi Covid 19

Dr. Dessi Christanti, M.Si.

Fakultas Psikologi

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Hakekat Pacaran

Pacaran dapat diartikan sebagai hubungan serius antar dua orang berlainan jenis agar dapat lebih mengenal satu sama lain yang berlanjut ke pernikahan. Jadi sebenarnya pacaran merupakan tahapan sebelum menikah. Pacaran memiliki tujuan untuk menikah. Ini memang sesuai dengan sejarah pacaran di Indonesia yang berasal dari tradisi melayu.

Dalam sejarah Melayu, kata pacaran berasal dari kata pacar. Pacar adalah sejenis tanaman yang dapat digunakan untuk menghias tangan. Kita mungkin lebih mengenalnya dengan nama tanaman inai. Tanaman mungkin sama dengan henai yang lazim digunakan oleh orang India.  Dulu di masyarakat melayu, bila ada seorang pemuda yang tertarik pada seorang gadis, pemuda itu akan mengirimkan tim pantun. Tim Pantun ini akan membacakan pantun di depan halaman rumah si gadis idamannya.  Bila si gadis suka maka si gadis akan membalas pantun tersebut.  Bila kedua sejoli ini ingin melanjutkan hubungan maka masing-masing orangtua akan memakaikan inai pada tangan si gadis dan si pemuda. Inai ini sebagai tanda bahwa keduanya memiliki hubungan. Tentu saja pada jaman itu meskipun sudah ada tanda ikatan, keduanya tidak bisa bebas melakkan kegiatan sebagaimana pacaran jaman sekarang.  Justru si pemuda harus menyiapkan diri untuk melamar si gadis sebelum inai di tangan luntur/hilang. Biasanya Inai atau pacar ini akan hilang dalam waktu 3 bulan.  Jadi waktu 3 bulan ini diperuntukkan bagi si pemuda untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan melamar gadis pujaan.  Jika inai di tangan luntur dan si pemuda belum melamar si gadis maka dengan sendirinya hubungan tersebut dianggap hilang dan si gadis berhak menerima pinangan pemuda lain.

Kalau dilihat dari sejarahnya, pacaran memang dikenal dalam suatu hubungan antara pemuda dan gadis Hanya saja arti dan bentuk pacarannya berbeda dengan pacaran yang dikenal di masyarakat modern. Sesuai dengan perkembangan jaman dan juga pengaruh dari budaya barat, arti dari pacaran menjadi semakin luas batasannya.  Pacaran menjadi masa untuk penjajagan atau mengenal pasangan sebelum ke jenjang pernikahan. Masa penjajagan ini dibarengi dengan berbagai aktivitas, misalnya pergi bareng atau makan bareng,  nonton bioskop bareng dan sebagainya. Namun makna utamanya tidak berubah yaitu mengenal satu sama lain yang berlanjut ke pernikahan.

Dalam ilmu psikologi terdapat teori yang membahas tentang tahapan hubungan romantis antara laki-laki dan perempuan yaitu teori SVR. Kepankangan dari  SVR adalah stimulus, value and role. Ini merupakan tahapan menuju ke jenjang pernikahan. Tahapan pertama adalah  tahap stimulus. Seorang pria menyadari kehadiran stimulus  yaitu seorang wanita dan sebaliknya. Misalnya pria melihat perempuan yang dianggapnya menarik entah di kelas, di taman, di jalan atau di mana saja. Pada tahap ini memang biasanya ketertarikan pada seseorang masih berdasarkan atribut eksternal yang kebanyakan adalah atribut fisik, cantik, seksi, rambut panjang, tinggi dan sebagainya. Sesuai dengan kriteria dari pria. Demikian pula perempuan melihat pria secara fisik walaupun yang membuat jatuh cinta seorang wanita biasanya bukan fisik namun bisa jadi untuk  mau berkenalan dengan pria, faktor fisik juga menjadi pertimbangan awal, ganteng, atletis, six pack.

Kenapa penampilan berpengaruh,  Ini karena ada faktor halo efek (meskipun tidak selamanya betul) jadi menghubungkan satu hal yang positif dengan hal positif lainnya dan menghubungkan satu hal yang negatif dengan negative lainnya. 

Tahap kedua adalah value, di tahap ini pasangan laki-laki dan perempuan ini mulai semakin tertarik dan ingin mengenal satu sama lain. Mengenal kebiasaannya, sifatnya, nilai-nilai yang  dianut  dan sebagainya. Tahap ini adalah tahap pacaran.. Orang yang tepat sebagai pasangan hidup saya.  Gaya berpacaran tentu berubah-ubah sesuai dengan jamannya.  Kalau jaman dulu, menggunakan surat, lalu telepon, yang gak punya telpon di rumah pakai telpon koin atau rela antri di wartel. Pada jaman sekarang meruakan hal yang lumrah berpacaran menggunakan media sosial.

Tahap terakhir adalah role atau peran. Di tahap ini pasangan mengikrarkan diri sehidup semati sebagai suami istri. Pria akan berperan sebagai suami dan ayah nantinya. Perempuan berperan sebagai istri dan ibu nantinya. 

Bagaimana dengan pacaran on line di masa pandemic Covid 19?

Sebenarnya sebelum pandemic  covid 19 pun,  sudah banyak  pasangan remaja yang menggunakan media sosial untuk pacaran. Minimal untuk berkomunikasi dengan pacar,. Jadi buat generasi sekarang, pacaran on line sudah bukan hal yang asing.

Namun dengan situasi pandemic covid 19  ini, pacaran on line seperti “dipaksa atau dikondisikan”. Mau tidak mau harus gaya beracaran harus menyesuaikan dengan situasi saat ini. Kalau beajar saja lewat on line, maka berpacaran pun lewat  on line. Kalau sebelum pandemic  gaya berpacaran on line memang merupakan pilihan,  pasangan bisa memilih, mau menggunakan on line atau tidak. Kalau saat ini,  berpacaran harus on line.

Mungkin kemudian muncul pertanyaan,  sekarang kan aturan pembatasan sosia berskala besar sudah lebih longgar, dalam arti boleh bepergian asal menggunakan masker. Jadi bolehkah pergi berkencan dengan pacar ke café atau mall asal menggunakan masker. Bolehkah minimal berkunjung ke rumah pacar asalkan menggunakan masker?

Jawaban pertanyaan tersebut bisa berupa kalimat tanya.  Seberapa urgent atau seberapa penting sih untuk ketemu?  Penting gak seih harus kencan ke mall atau café? Urgent banget? Kalau gak urgent ngapain harus dipaksa ketemu? Kan kangen..…. hmmm kalau kangen mati gak ? Kalau enggak.. tunda dulu deh  ketemunya sampai corona pergi dan tak kembali. Lamakah masa pandemic Covid ini? Tidak tahu… situasi ini bergantung dari kedisiplinan masyarakat juga termasuk yang sedang beracaran yaitu

1.      Disiplin mengenakan masker bila  terpaksa harus pergi ke luar rumah.

2.      Disiplin menjaga jarak.

3.      Disiplin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan desinfektan. 

4.      Bila tidak ada kepentingan yang mendesak lebih baik tinggal di rumah saja.

Anggap aja tinggal di rumah dan pacaran on line merupakan ujian bukti cinta Anda. Kalau Anda cinta pada pacar Anda, justru dengan menghindari tatap muka Anda menyelamatkan pacar Anda. Itulah bukti cinta Anda. Gadget kan sudah canggih, kalau kangen dengan wajahnya yang imut, wajahnya yang ganteng bisa menggunakan video call.

 

Apa yang bisa dilakukan saat Pacaran On line ?

Berpacaran secara on line memang perlu kreativitas agar tidak membosankan. Berpacaran secara on line bukan berarti hanya bisa chatting, namun juga bisa melakukan aktivitas yang lain walaupun tetap saja terbatas. Faktor utama adalah bagaimana pasangan menghidupan suasana agar berpacaran secara on line bisa tetap fun dan mengasyikkan.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan saat berpacaran secara on line adalah sebagai berikut:

  1. Makan dan minum bersama. Tentu saja, aktivitas ini bukan dilakukan di café atau mall, melainkan di rumah masing-masing. Hanya saja dilakukan secara bersamaan dengan pacar dan sambil telpon atau chatting atau menggunakan zoom.
  2.  Main tik tok bersama pacar. Anda dan pacar bisa bermain tik tok sebagaimana yang dilakukan para selebritis. Jadi seakan-akan main bersama dalam satu tempat padahal masing-masing berada di rumahnya sendiri.
  3. Menonton film atau mendengerkan musik bersama pacar. Banyak aplikasi di media sosial saat ini yang memungkinkan anda dan pacar bisa menonton bersama ataupun mendengarkan music bersama  walaupun secara fisik berada di tempat yang berbeda.
  4. Bermain tebak foto kenangan. Permainan ini bisa dilakukan agar tidak bosan melakukan chatting dengan pacar
  5.  Bermain game on line, tentu saja aktivitas ini dapat dilakukan bila keduanya senang bermain game on line. Kalau hanya salah satu yang senang, sebaiknya memilih aktivitas lain yang bisa dilakukan bersama secara on line.

 

Selain memilih berbagai aktivitas yang bisa dilakukan saat pacaran on line, para pasangan juga sebaiknya memperhatikan beberapa hal saat berpacaran on line yaitu:

  1. Perhatikan waktu pacaran online. Hindari menelepon atau chatting saat hari sudah  larut  malam. Ini dapat mengganggu waktu istirahat pacar Anda. Hindari pula memonopoli  waktu pacar Anda. Ingat, pacar Anda juga memiliki aktivitas lain. 
  2. Buat percakapan yang menarik biar tidak membosankan, juga jangan hanya menanyakan hal yang rutin/standard, seperti apa kabar? sudah makan ?  Anda bisa menuliskan perasaan Anda, atau mengenang momen tertentu saat berpacaran.
  3. Menyatakan perasaan positif pada pasangan atau pada momen yang kalian alami berdua.
  4. Menyatakan perasaan sayang Anda lewat chat di saat yang tidak terduga. Misalkan saja, pacar Anda sedang menceritakan suatu kejadian yang dia alami, tiba-tiba spontan Anda mengatakan atau menulis perasaan sayang Anda. Tentu ini menjadi kejutan menyenangkan bagi pacar Anda.
  5. Tidak perlu secara rinci becerita apa yang kalian alami sehari-hari, cukup bagian yang        menarik/penting saja.
  6. Menggunakan kalimat yang sopan dan memposting  foto  yang sopan.
  7.   Jangan meminta si dia hanya memposting foto Anda atau foto kalian berdua.
  8. Jangan terlalu jarang/terlalu sering mengumbar posting foto kemesraan.
  9. Tidak perlu terlalu sering gonta ganti status
  10.  Jangan menjadi posesif dan mengenakan “wajib lapor” bagi pacar Anda. Hindari mengecek keberadaan pasangan setiap saat.
  11.  Jangan mengumbar perasaan negatif/marah pada pasangan di media sosial.

Ketika Anda berpacaran secara serius, anda dan pasangan harus selalu menjaga agar cinta Anda dan pasangan selalu bertumbuh. Untuk itu, terdapat beberapa hal yang harus dijaga diantara Anda dan pasangan, yaitu:

1.      Komitmen atau menjaga janji Anda untuk setia.

2.      Passion atau gairah, selalu senang berada dekat pacar Anda, selalu ingin bertemu dengan pacar 

      Anda.

3.      Intimacy atau kedekatan, Anda dan pasangan bisa saling terbuka mencurahkan isi hati masing-

        masing.

4.      Komunikasi positif, menggnakan kalimat yang positif dan mau mendengarkan pasangan.

5.      Trust/percaya pada pasangan Anda.

6.      Bersedia meminta maaf bila Anda melakukan kesalahan dan bersedia memaafkan kesalahan 

       pasangan Anda.

Semoga, melalui tulisan ini dapat memberikan wawasan bagi mereka yang sedang berpacaran bagaimana bisa tetap berelasi dengan pacar selama pandemic Covid 19.

 

 

No comments:

Post a Comment

Wirausahawan Cilik

    Wirausahawan Cilik Anak semata wayang saya, senang berjualan. Padahal saya dan suami tidak ada bakat wirausaha. Mungkin bakat ini menuru...